secangkir waktu

bagi sebagian orang  kadang mereka kekurangan waktu yang sudah tidak akan berubah, 24 jam dalam sehari. dan kekurangan itu terkait dengan kekurangan waktu untuk bekerja, untuk istirahat. ingin rasanya gw menghadiahkan kepada mereka secangkir waktu jenuh gw yang tak tau gw isi dengan apa. jenuh dengan pekerjaan yang ngga ingin gw kerjain. jenuh dengan orang-orang disekitar gw, jenuh dengan kegiatan gw, dan ngga mau bertemu dengan siapapun. hanya ingin berleye-leye dikamar gw. namun gw jenuh dengan kegiatan itu.

secangkir waktu luang untuk liburan pun sudah gw lakukan. pergi kesana sini dan melakukan postingan semu di media sosial agar terlihat trend dan kekinian. namun secangkir waktu tersebut tak mampu memenuhi dahaga gw akan kehausan. apa penyebab kehausan itu? haus waktu? bukan.. bukti nya waktu gw terlalu banyak dihabiskan untuk menikmati dunia maya.

lentikan jari, beranjak dari satu akun k akun lain. melihat senyum semu yang juga dijamukan oleh para pencari perhatian di dunia maya. memamerkan kebahagiaan yang kadang harus berhutang demi terlihat kekinian. menjelajahi dunia maya, ternyata hanya bak berenang di kolam waktu dan mengapung kembali menemui titik nadir kegalauan.

ah sudah lah..

bagaimana gw mengakhiri semua itu. ingiin keluar dari pengaruh dunia maya hanya untuk terlihat “kekinian”

dan waktu gw setiap hari hanya berjalan dalam cangkir yang diaduk-aduk dengan sebuah kehampaan tanpa tepi. ingin gw membuang secangkir waktu yang tak berguna ini dan memberikannya pada mereka yang haus waktu dan gw bilang ” nikmatilah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s