shok

pagi ini aku agak sedikit shok dengan kabar yang aku terima. aku tidak mengerti dengan semua yang terjadi. tiba-tiba bos ku datang ke tempat kerjaku dan mengatakan aku pulang nanti bulan 5. aku tak tau harus berbuat aapa.

begitu banyak pikiran kalut yang menggeluti kepalaku. berasa mau pecah.

aku tau.. Tuhan hanya membebankan hambanya sesuai kemampuannya. aku yakin mampu melewati semua ini. cuma aku ngga tau bagaimana mengambil keputusan. keputusan yang bijak yang mungkin hanya sedikit kemungkinan penyesalan datang kemudian hari. aku benci dengan pola pikirku yang sekarang. aku pusing dengan penentuan pilihan. tapi mengapa orientasi utama ku Uang. aku benci pola pikir seperti itu. tapi demi meringankan beban orang tua dan membantu adik ku yang juga ngga tau arah dalam hidupnya, aku memilih bertahan dengan semua keadaan yang menyesakkan ini.

aku yang kesepian karena tak ada yang mungkin bisa ku ajak “soudan”.  aku yang kalud dengan pilihan membantu keluarga. aku yang bosan dengan lingkungan kerja yang membuatku tak bisa melihat luasnya dunia dan masih bnyak nya tempat yang bisa ku tuju. aku yang ketakutan tak dapat pekerjaan yang “enak” jika harus melepaskan pekerjaan ini. aku yang galau melihat teman-teman ku yang sudah mempunyai keluarga sendiri. aku yang malas harus memulai dan tak mau repot lagi mendapatkan pekerjaan baru. aku yang tidak enak dengan kantor ku yang sudah sangat baik memberikanku semua fasilitas enak. aku yang masih bingung memikirkan jodoh ku. aku yang masih banyak lalai dalam perintah agama ku. aku yang masih suka berhuru hara dan sering lupa asalku. aku yang makin emosi dengan hobi ku yang tidak bisa kutinggalkan “menonton drama sepanjang hari”. aku yang masih ingin membantu orang-ornag di kampungku yang kesusahan financial. aku yang ingin lebih banyak berbagi dengan para anak yatim..dan aku yang masih ingin bertahan untuk mereka. dan semua itu menjadikan dilema karena “uang” untuk mereka. dan aku masih masih masiiiiih……..

begitu banyak persoalan yang ada di kepalaku. aku tau penyelesaiannya… “doa dan sujud” pasti bisa membawa pikiranku menjadi tenang dan tak gelisah. tapi aku kesal dengan kemalasan ku yang tak kunjung berhenti. kesal malam ku yang imsomnia, dan subuh ku yang selalu telat dan kesiangan. aku kesal dengan diriku yang tak merasa berdosa dengan semua kelalaian ini. dan aku hanya ingin menangis menyesali diriku.

aku ingin sekali bangkit. melihat lebih luas, mendalami makna hidup yang lebih dalam. bermesra dengan tuhanku. berbagi dengan sesamaku. membuat alur hidupku lebih indah dan bermakna. bagaimana? bagaimana memulai dan bagaimana keluar dari semua zona ini? bagaimana aku memutuskan sesuatu yang tepat. bagaimana kedepannya.

yooossshhhhh…

sekarang bukan waktunya memikirkan dan menakutkan hal yang belum terjadi dimasa depan. yang paling benar adalah berani keluar dari kemalasan ini. berbicara lah pada Rabb yang pasti akan memberikan ketenangan pada hatimu yang lagi kusut Rika.

Tuhan.. bantu aku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s