opsi

sekarang saya mulai berpikir tentang opsi-opsi yang harus saya lalui kalau seandainya terjadi kemungkinan yang tak diinginkan nantinya. apa opsi yang saya ambil dan opsi yang tersedia saya harus berpikir dengan matang segala sesuatu tentang itu.

saya dihadapkan dalam beberapa opsi yang cukup membuat saya kesulitan untuk memilih. memilih arah pilihan hidup. mungkin bukan hanya saya yang bingung, teman-teman saya yang lain juga sangat pusing dengan arah hidup mereka. tapi enaknya mereka kebanyakan sudah ada suami yang bisa tempat mereka soudang tentang hal apa saja,  saya bagaimana??

saya hanya sendiri,ingin soudang dengan siapa?

adapun opsi-opsi yang membuat saya kebingungan adalah saya sekarang sedang bekerja “enak dan nyaman” di sebuah perusahaan yang lumayan besar di tokyo. kedepannya saya akan dipindahkan ke negara asal saya untuk mengurus perusahaan nya disana. perusahaan nya sih sudah ada, saya hanya meneruskan semuanya. keadaan tak enaknya adalah gaji yang ditawarkan mereka tak sebesar disini. gaji nya hanya separoh dan bahkan tidak sampai dari gaji yang saya terima. saya yang sudah terbiasa “hidup enak” dengan gaji yang lumayan agak merasa keberatan.

kedua saya juga masih betah tinggal di negara yang serba praktis ini. semua yang saya butuhkan tersedia. kenyamanan ini membuat saya berasa tidak ingin pulang ke negara saya. sebenarnya bukan itu masalah intinya. saya hanya ingin lebih lama membantu orang tua. saya ingin meng”hajji”kan mereka. saya juga ingin lebih lama membantu orang-orang kampung saya yang masih banyak yang hampir putus sekolah karena tidak ada biaya. saya juga ingin mengumpulkan sedikit pundi-pundi modal “man no ichi” kalau seandainya saya harus cau dari sini.

saya juga harus memikirkan adik saya yang baru kesini. memikirkan adik saya yang 5 orang. mereka sudah menganggap saya bak orang yang serba tahu. semua hal mereka selalu bertanya kepada saya. mungkin ini adalah tanggung jawab saya sebagai anak pertama.

ketiga, kebingungan saya saat ini adalah menyangkut umur. dimana teman2 seusia saya sudah menggendok anak nya, bahkan ada diantara mereka yang sudah memiliki 2 anak. keinginan untuk menyempurkan agamapun sudah bulat di tekat saya. tapi kalau saya terus berdiam di tengah kenyamanan ini, saya tidak bisa bertemu dengan orang (calon suami) yang mungkin tengah juga mencari saya.

hhhmmm.. begitu banyak pilihan dalam hidup ini. bagaimana kita menyikapi semua itu, dan bagaimana kita rela melepas hal yang membuat kita nyaman dan betah berada disini. dan saya masih memilih untuk berada di area ini。。bukan saya tak mau keluar dari zona ini, saya hanya ingin sedikit bersabar demi orang tua dan adik-adik saya. karena saya yakin sesuatu yang indah sudah disiapkan Allah untuk saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s