Libur akhir tahun

Kemaren adalah hari terakhir bekerja di kantor. Seperti biasa setiap akhir tahun jepang selalu melakukan “oosouji” atau bersih-bersih. Sebelum tahun berganti mereka percaya bahwa bersih2 dapat menghilangkan semua kesialan di tahun sebelumnya. Menyambut tahun yang baru dengan bersih. Selain itu juga ada bounenkai. Kegiatan minum2 untuk melupakan semua kenangan buruk di masa lalu.

Sepuluh hari lamanya liburan akhir tahun ini. Sebenarnya dari awal aku berniat untuk pulang ke Indonesia liburan musim dingin kali ini. Aku teringat “rencana” ketika aku pulang pada liburan musim panas agustus lalu. Akn kuulas sedikit bagaimana liburan musim panas itu. 

Liburan musim panas agustus lalu, aku pulang ke Indonesia selama 10 hari. Aku pulang ke padang ke tanah kelahiranku. Dan 7 hari di kampung aku merasa hari itu adalah hari yang sangat bersejarah untuk ku. Dan mungkin juga untuk orang tuaku. Singkat cerita hari ke dua keberadaan ku di kampung, aku di “lamar” oleh seseorang, tepatnya “orang tua” dari seseorang yang belum mengenal aku. Dia tidak mengenal aku tapi aku mengenalnya. Mungkin tak mengenal secara lansung, tapi dari pembicaraan orang kampung. Dan orangtuaku pun sangat mengenalnya. Aku belum pernah berbicara secara lansung dengannya. 

Selepas shalat subuh di mesjid hari minggu itu. Dalam mesjid orang tuanya yang juga guru ngajiku dulu di madrasah, memintaku untuk menjadi menantunya. Darahku berdegup kencang. Aku merasa Allah telah menjawab semua doa2 ku. Karena orang seperti anaknya lah yang aku harapkan. Orang tuaku pun lansung di hubungi oleh orang tuanya. Dan pembicaraan pun terjadi. 

Malam nya aku shalat istikarah semoga ini adalah yang terbaik untuk ku. Beberapa malam di kampung aku habiskan untuk istikarah sepanjang malam. Dengan air mata syukur yang tak berhenti mencucur. Dan sebelum aku balik ke jepang aku sempat juga berkenalan dengan kakak nya. Hatipun mantap untuk meneruskan taaruf ini. 

Mungkin itu ulasan sedikit tentang liburan musim panas agustus lalu. Sehingga orangtuaku menyuruhku pulang pada liburan musim dingin nanti. Yaitu untuk menyelenggarakan niat baik itu, menyempurnakan separuh agamaku. Terbayang olehku senyum senang kedua orang tuaku. Menantu idaman shaleh yang dihadapkannya, bukan yg kaya raya banyak harta. Semua harapan mereka serasa akan terpenuhi. 

Kembali ke jepang aku sudah mempsiapkan hati, pikiran dan tabunganku untuk pulang liburan musim dingin ini. 

Dan hari ini liburan musim dingin itu datang. Ternyata semua harapan dan doa yang ku anggap Tuhan telah mengabulkannya ternyata Tuhan menyuruh aku untuk menunggu. 

Liburan musim dingin ini masih ku habiskan dengan menatap langit-langit kamar ku menahan dinginnya hari menusuk tulang sembari berkata pada hatiku untuk “bersabar” lagi. 

Jepang, 28Desember2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s