Rainy day

sekarang hujan turun dengan sedikit alunan nada angin yang membawa air nya tidak jatuh mulus ke tanah. namun terhempas kian kemari dan menari di bawa  angin menghampiri mereka yang sedang berjalan mengarungi derasnya hujan hari ini.

saya hari ini memutuskan untuk tidak keluar kantor dan ingin “muchuu” menulis disini. biasanya saya selalu shalat dan makan siang di mesjid otsuka, namun karena dingin nya angin dan derasnya hujan hari ini saya makan siang d kantor saja.  banyak sebenarnya rekaman kejadian dan sesuatu yang ingin saya tulis disini. entah kenapa ketika berhadapan dengan komputer, semua nya bak terbang dibawa angin dan hanyut dengan derasnya hujan.

ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya di kantor akhir-akhir ini. “ningen kankei” saya pindah divisi ke bagian sa-bisu bu dan disitu sebagian besar penghuninya adalah laki-laki. hanya saya dan 2 orang cewek lainnya yang ada di tengah kumpulan para enginer muda itu. saya yang dari awal memang suka bergaul dengan siapa saja, menyapa siapa saja dan tersenyum pada siapa saja. akhirnya merasakan “kedekatan” dengan kariawan di divisi ini. sudah 6 bulan saya lewati dengan pekerjaan ini. saya sudah bisa merasakan eforia berada disini. dan “kedekatan” itu dengan watak saya yang beranggapan “dekat” itu sudah cukup untuk menjadi “teman”. tapi ternyata saya salah besar. dekat bukan berarti kita teman. begitulah akhirnya watak orang Jepang yang saya pahami.

karena sudah merasa “dekat” itu lah saya menganggap mereka sebagai “teman” saya. karena anggapan yang salah tentang itu. ada seorang enginer muda yang tempat duduk nya berada di belakang saya. dan dia adalah orang yang saya sempat mengganggap dia “teman dekat”. saya pun berbicara dengan bahasa Jepang sebagai teman. bukan bahasa formal yang biasa digunakan di kantor. dan suatu hari semua anggapan saya itu salah besar. “teman dkat” menurut saya ternyata tidak begitu sebaliknya. kami “bertengkar” hanya gara2 penggunaan bahasa yang menurut saya biasa digunakan sebagai teman, membuat dia marah besar.

dan setelah itu saya memutuskan untuk tidak “narenareshi” dalam bergaul dengan mereka.

nanti saya ulas lagi beberapa hal tentang sikap orang Jepang yang mungkin bisa dijadikan acuan kalau seandainya teman2 sekalian bekerja dengan orang Jepang. atau bekerja di perusahaan Jepang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s